Minggu, 18 Juni 2017

APA SALAHNYA JADI INTROVERT?




Ada 2 tipe manusia dalam hal pergaulan yang sangat umum kita ketahui. Tipe pertama adalah Ekstrovert dan tipe kedua adalah Introvert. Perbedaannya sangat jelas. Yang mana sih tipe kamu? 

Tipe saya adalah, saya tidak tahu pasti. Bingung kan? Iya saya juga bingung. Agaknya dalam beberapa kesempatan mungkin saya sedikit dapat bergaul namun dalam banyak hal  saya sangat menghindari kerumunan orang. Dari tes aplikasi yang saya coba sih, saya jawab sekitar 60 pertanyaan dan hasilnya waoow saya Introvert 80%. *Claps

Ok forget about that silly test. Back to topic. Tidak seperti para ekstrovert yang sangat mudah memegang kendali dalam pergaulan, si introvert cenderung lebih grogi, gak pede, serba ga nyaman, intinya they usually feeling insecure

Saya menyadari bahwa saya adalah seorang introvert sejak masa SMA juga kembali menyadari lagi baru-baru ini. 

Saat SMA adalah masa yang paling saya benci, honestly. There’s nothing worth to remember bout this stage. Karena pada masa tersebut bullying sudah menjadi makanan saya sehari-hari. Saya jadi korban bullying verbal. Saya gak ngerti kenapa mereka begitu ke saya jadi setiap hari saya hanya duduk sendirian di bangku paling depan tanpa teman sebangku. Saat istirahat, saya lebih memilih membeli roti/susu dan menghabiskannya di bangku saya atau di pojok kelas sambil menutup telinga saya dengan earphone, mendengarkan lagu-lagu My Chemical Romance atau Avanged Sevenfold, kalau lagi mellow saya dengerin lagu Korea. Pulang sekolah pun saya gak pernah “rombongan” saya lebih memilih pulang sendiri, berjalan cepat dengan kepala ditundukkan. Lalu sampai rumah dengan menghela nafas panjang. 

Saya gak suka buang waktu dengan orang-orang yang cenderung suka ber gosip, merasa malu juga harus bertemu orang banyak. Tapi soal jalan-jalan, makan atau belanja, saya sangat suka melakukan hal tersebut sendirian. Saya bahkan tidak takut atau khawatir. Justru ada momen dimana saya pergi belanja bersama teman saya, yang ada saya jadi malas, cepat capek, dan pengen cepet-cepet pulang. 

Kira-kira  seperti itu sisi introvert saya. Tidak ada yang salah menjadi Ektrovert pun gak salah menjadi Introvert. 

Bukan berarti saya juga gak suka bergaul, saya tetap bergaul namun selektif karena saya tahu betul karakter diri saya bagaimana. Saya tidak mau menyakiti orang banyak karena sikap, sifat dan kata-kata saya. Jadi biarlah saya jadi diri sendiri, dan biarlah kalian jadi diri kalian sendiri. 

Yang terpikir oleh saya yang seorang introvert adalah ..

Apa salahnya jadi introvert kalau bisa menghabiskan waktu sendiri untuk belajar daripada berkumpul lalu melakukan hal yang kurang berfaedah.

Apa salahnya jadi introvert kalau melihat manusia jaman sekarang tidak bisa dipegang janji dan kata-katanya. Diminta jaga rahasia malah mengumbar.

Apa salahnya jadi introvert kalau bisa lebih berhemat karena tidak mau di ajak nongkrong cantik di coffee shop beken gak peduli bapakmu di sawah makan ikan asin sama tempe doang.

Apa salahnya jadi introvert kalau bisa lebih menjaga diri dari banyak laki-laki yang kepo-in instagram kamu karena kamu kebanyakan aplod foto-foto diri yang cantique to the max.

Apa salahnya jadi introvert kalau kamu punya orang yang sayang sama sisi introvert kamu.

Apa salahnya jadi introvert kalau keluarga kamu masih mendukung dan menyayangi kamu. 

Udah ah ngedumelnya. Makasih udah iseng baca.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar